syariahku.com

Seperti yang kita tahu, Belakangan ini semakin banyak bermunculan perumahan yang mengusung konsep perumahan syariah. dan dikarenakan Makin tingginya kesadaran masyarakat akan bahaya dari dosa riba, maka tren pertumbuhan perumahan syariah ini tumbuh secara signifikan.

Apalagi seiring dengan boomingnya Hijrah lifestyle. Atau biasa disebut dengan gaya hidup syariah. Kini hampir semua produk makanan di indonesia harus menggunakan label halalnya .terlebih jika Anda perhatikan kini hampir di setiap pusat perbelanjaan di Indonesia terdapat tempat untuk shalat.

Hal ini tentunya menandakan tanda yang cukup positif. Bahwa kesadaran dan kebutuhan masyarakat akan hidup yang sesuai syariah semakin tinggi. Tentunya hidup yang sesuai syariah ini harus dilakukan secara seutuhnya. tidak hanya apa yang dipakai atau apa yang dimakan saja yang harus terjaga kehalalannya.

Dan dari faktor tersebut maka, hunian yang berkonsep perumahan syariah pun semakin banyak bermunculan..

Ada beberapa hal yang membedakan perumahan yang mengusung konsep perumahan syariah dengan perumahan lainnya. Berikut ini adalah hal-hal yang berbeda secara signifikan.

Beberapa Ciri-ciri Perumahan Syariah

1. Tanpa Bank

Developer tidak terikat pihak bank manapun untuk terlibat di dalam proyek. Entah itu pembiayaan, pembangunan proyek ataupun Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan konsumen. Jadi secara garis besar proyek benar-benar dijalankan oleh sumber daya developernya sendiri. Ataupun dengan sokongan investor. Tentunya dengan skema bagi hasil yang sesuai syariah yang disebut Mudharabah

Lalu akad dengan konsumen dalam hal cicilan rumah (KPR) juga hanya dilakukan antara developer dan Customer saja. Developer sebagai penjual, Customer sebagai pembeli.

Kelebihan lainnya adalah Tanpa BI Checking. Ini yang terkadang menghambat seseorang untuk memiliki rumah dengan cara kredit/menyicil, karena memiliki histori cicilan yang buruk yang di sebut BlackList di mata bank.

Lalu proses cenderung lebih simpel dan mudah. Kemungkinan disetujui mendekati 100 %. Artinya, pengajuan Anda hampir pasti disetujui oleh developer.

2. Tanpa Bunga

Cicilan rumah melalui KPR Syariah bersifat flat (tetap) setiap bulannya hingga lunas. tidak ada penambahan ataupun pengurangan sepeser pun.

Memang terkadang ada perbedaan harga antara harga cash (tunai) dan harga kredit (cicilan). Namun ini diperbolehkan secara syariah.

Penawaran harga cash dan kredit tersebut sudah dijelaskan secara detail nominalnya sebelum akad. Jadi pilihan harga tergantung Anda sebagai konsumen yang menentukan.

3. Tanpa Denda

Jika Anda telat membayar cicilan ketika membayar cicilan di dalam KPR konvensional, tentu Anda akan terkena denda. Besaran denda pun terkadang tidak diinformasikan sebelumnya. Yang tentu membuat Anda akan sangat dirugikan jika dihadapkan pada keadaan dimana harus menunda cicilan rumah untuk keperluan mendesak lainnya.

Namun, tidak dengan KPR Syariah. Anda akan diberikan surat peringatan sebagai pengingat komitmen bayar hutang Anda ke developer. Tentunya Anda juga harus mengerti bahwa hutang tetap harus dibayar. Yang terpenting adalah tetap komunikasi dengan tim developer dan Anda bisa menjelaskan alasan mengapa Anda terlambat mencicil.

Biasanya tim developer akan memaklumi alasan Anda.

Jika dirasa Anda tidak bisa menepati pembayaran cicilan diwaktu tertentu, Anda bisa me rechedule pembayaran Anda. Lebih enak, nyaman, dan menentramkan bukan?

4. Tanpa Sita

Jikalau Anda di tengah jalan tak sanggup melunasi cicilan, padahal disisi lain Anda sudah menempati rumah tersebut beberapa lama, Anda tak perlu khawatir rumah Anda akan disita dan Anda diusir dari rumah.

Developer tidak akan menyita rumah Anda. Biasanya, developer akan mendorong Anda untuk menjual rumahnya atau bahkan Anda akan dibantu untuk menjualkan rumahnya. Hasilnya sebagian untuk bayar sisa hutang ke developer, sisanya Anda kantongi sendiri.

Bagaimana? Sangat menguntungkan bukan? Anda bisa mencari rumah baru lagi karena mendapatkan uang dari hasil penjualan rumah tersebut. Hasil Anda mencicil selama ini. Bahkan berpotensi ada untungnya.

5. Tanpa Akad Bermasalah

Akan yang biasanya digunakan antara Anda sebagai pembeli dan developer adalah akad jual beli istishna (indent) jika unit rumah belum tersedia. Bisa juga dengan akad jual beli kredit jika unit rumah sudah tersedia.

Poin-poin yang telah disebutkan sebelumnya juga terdapat di dalam akad (perjanjian) tersebut. Jadi sudah jelas tertera semuanya. InsyaAllah tidak akan bermasalah karena berkekuatan hukum yang cukup.

Demikianlah gambaran umum mengenai ciri-ciri rumah yang mengusung konsep perumahan syariah. Tentunya bisa Anda jadikan bahan pertimbangan juga sebagai SOLUSI memiliki HUNIAN BEBAS RIBA.

Leave a Reply

Apa itu Perumahan Syariah

Close Menu